Showing posts with label Remaja. Show all posts
Showing posts with label Remaja. Show all posts

Wednesday, 6 August 2014

Melawan Godaan merokok (1)


Bilik-Kata – Anak muda biasanya tergoda dengan hal-hal baru, salah satunya merokok. Apalagi, lingkungan sekitarnya yang menyebabkan dirinya menjadi perokok. Mulai biar disebut jantan, biar disebut gaul, biar terlihat keren. Padahal, rokok teramat berbahaya untuk kesehatan. Tak hanya bagi perokok, tapi juga orang-orang sekitarnya. Bahkan efek yang lebih buruk justru kepada orang-orang sekitar. Bagi yang belum merokok, jangan sampai tergoda. Bagaimana caranya? Berikut rangkuman dari redaksi.

Jika kamu sudah terlanjur merokok dan bisa menikmati rokok, sangat susah keluar dari kebiasaan tersebut. Itu karena rokok memiliki kandungan kafein yang tinggi yang menyebabkan ketagihan. Kalau sudah terlanjur merokok, tubuh akan merasa janggal jika tak merokok. Seperti sakau pada pecandu narkoba, namun tingkat ‘kecanduan’ rokok tak lebih berat dari pecandu narkoba.

Selain itu, efek terburuk dari asap rokok justru bukan bagi perokok aktif. Melainkan kepada perokok pasif. Pasalnya, asap rokok yang disemburkan seorang perokok tersebut mengandung banyak partikel berbahaya yang bila di hirup orang lain bisa berakhibat fatal. Yang rugi dari merokok justru bukan sang perokok, namun orang-orang sekitar. Hindari godaan merokok dengan beberapa hal.

Pertama, hindari stress. Rata-rata, seorang perokok adalah orang yang pernah mengalami stress atau pusing karena banyak masalah. Rokok mengandung zat adiktif yang bisa menenangkan pikiran. Jika mendapatkan banyak masalah sehingga membuat kita nyaris stres, usahakan jangan melampiaskannya dengan merokok, melainkan dengan jalan spiritual seperti ibadah.

Kedua, hitunglah berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk merokok daripada untuk memenuhi kebutuhan lain. Misalkan saja, setiap harinya kita menghabiskan Rp10.000 untuk membeli rokok, jika dikali satu bulan, maka kita menghabiskan sekitar Rp300.000. Uang itu bisa kita alokasikan untuk yang lain, misalkan untuk ditabung, membeli buku, jalan-jalan dan sebagainya.

Ketiga, jangan mudah terpengaruh. Kadang dari kita dengan mudah terpengaruh oleh lingkungan, kalau teman-teman kita merokok, maka agar terlihat gaul maka kita ikut-ikutan merokok. Hal tersebut menunjukkan kalau kita tak punya karakter dan kepribadian kuat. Yakinkan pada semua orang kalau kita dengan tegas menolak merokok. (Rem)

Tuesday, 5 August 2014

Guru bukanlah monster

Bilik-Kata – Jika tak paham pelajaran tertentu, atau ketika melihat guru killer, seolah-olah sang guru adalah monster. Biasanya, kalau sang guru lagi berhalangan mengajar, kita senangnya minta ampun. Padahal tak begitu juga. Selama ini, banyak dari kita merasa kalau sekolah itu seperti penjara dan guru sebagai pengawasnya. Pola pikir seperti harus di rubah, kalau tidak kita akan tersiksa. Bagaimana caranya?

Tak ada salahnya kita mulai merenung, untuk apa kita sekolah? Untuk apa kita belajar? Dan kenapa harus ada guru? Kita sekolah agar mendapatkan legalitas berupa ijasah, ijasah itu yang kemudian bisa kita gunakan untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi atau untuk bekerja. Kita belajar adalah untuk memperdalam ilmu, dan guru adalah orang yang dianggap memiliki kemampuan berlebih dalam ilmu tertentu. 3 hal yang akan kita dapatkan dalam satu tempat, yaitu Sekolah.

Untuk itu, jangan takut, kalau tak paham bilang saja tak paham, kalau suruh mengerjakan di depan belum bisa, bilang saja kalau belum paham dan kalau perlu minta jam tambahan atau jam privat dengan sang guru. Selain itu, hubungan siswa dan murid tidak boleh seperti juragan dan karyawan. Guru memberi tugas, siswa harus tunduk. Guru menjelaskan, siswa tak paham, siswa disalahkan. Namun, hubungan antara guru dan siswa harus seperti dua sahabat yang saling mengerti.

Hanya cara berfikir kita yang harus di ubah. Guru bukan monster, mereka adalah sahabat sekaligus orang tua kita dalam menuntut ilmu. So, jangan lagi takut kalau ketemu guru hanya karena tidak paham pelajaran yang disampaikan ya. (rem)

Agar Sekolah tak membosankan

(Bilik-Kata) Banyak para siswa yang merasa bosan dengan sekolahnya. Banyak faktornya, seperti susahnya pelajaran, guru yang killer, sampai teman-teman yang menyebalkan. Namun, menuntut ilmu tak boleh berhenti hanya dengan alasan tersebut. Bagaimana agar sekolah kamu tak membosankan? Berikut tips dari blog Bilik kata.

Pertama, niatkan bahwa kamu ingin belajar sungguh-sungguh. Kamu ingin menguasahi segala macam palajaran. Jangan merasa jika sekolah adalah sebuah penjara yang berisi aturan-aturan. Anggap saja sekolah seperti main game. Bermain game pun tentu ada beberapa aturan-aturan yang harus kita sepakati. Sama halnya dengan sekolah, kita harus menjadi pemenang dengan menguasahi pelajaran di kelas.

Kedua, ikut OSIS atau Ekstrakurikuler. Kalau hanya sekolah dan duduk di kelas, tentu sangat membosankan. Tetapi kalau kamu punya aktivitas selain itu, tentu akan membuat hidup kamu lebih bewarna. Misalkan dengan ikut OSIS atau Ekstrakurikuler lainnya. Dengan ikut organisasi, maka kamu akan mendapatkan pengalaman baru. Usahakan, ketika ikut organisasi, kamu aktif dan menjadi orang penting. Setidaknya, kamu cukup dikenal di organisasi tersebut.

Ketiga, atur jadwal belajar di rumah teman atau ke taman-taman kota. Belajar di rumah saja tentu sangat membosankan. Tak ada salahnya, setelah jam sekolah selesai, kamu menyusun rencana dengan teman-teman untuk belajar bersama di suatu tempat. Bisa di taman kota, di perpustakaan kota, atau di tempat rekreasi yang representatif. Dengan itu, hidup kamu akan lebih bewarna. Tapi sebelumnya, jangan lupa ijin ke orang tua kalau telat pulang ke rumah ya.

Keempat, dekat dengan guru. Dekat dengan guru adalah kunci agar tak bosan di kelas. Meskipun tak terlalu paham pelajaran yang diajarkan, kalau kenal dengan guru, maka ada hal lain yang membuat kita tak bosan di kelas. Kalau dekat dengan guru, kita tak akan takut bertanya, atau ketiak di suruh maju ke depan kelas. So, jangan sungkan-sungkan untuk bersahabat dengan guru.

Nah, itu dia empat tips agar sekolah kamu tak membosankan. Silahkan di coba dan sukses selalu dalam menuntut ilmu. (rem)